Oktober 06, 2005

Interface BSS pada GSM/DCS [Bagian empat]

Interface  BSS pada GSM/DCS  [Bagian empat]

 

Oleh: Atharis Prayoe

 

--------------------------------------------------------

 

 

 

Pengunjung dusunlaman yang baik,

 

 

 

"Interface  BSS pada GSM/DCS" sampai pada bagian ke empat. Jika ada pertanyaan, bisa langsung layangkan email ke Saudara Atharis Proyoe di atharis@plasa.com

 

 

 

Salam,

 

dusunlaman 

 

--------------------------------------------------------

 

 

 

 

 

 

 

       3. Proses Location update pada Um interface

 

Location Update akan dilakukan mobile station pada saat :

 

1.  MS pindah kelokasi area yang lain ( Normal location up dating)

 

2.  Pada saat network membutuhkan informasi updating (Priodic updating)

 

3.  Pada saat IMSI attach/detach (pada saat mematikan atau menghidupkan hanphone)

 

      

 

Pada saat Mobile Station mendapatkan signal dari BTS yang lain dan menemukan location Area Identification (LAI) yang baru pada BCCH, Maka MS akan melakukan permohonan Signaling  Dedicated Control Channel (SDCCH) lewat RACH (Random Access Channel) ke network tersebut. Setelah mendapatkan Signaling Channel yang terdapat pada AGCH (Access Grand Channel) MS melakukan set up pada layer 2 connection termasuk melakukan Set Asynchronous Balance Mode pada layer 3 message yaitu permohonan location update (location update request). Sebagai indikasi tambahan MS menginformasikan bahwa permohonan location update yang akan dilakukan adalah Normal location update (bukan priodik ataupun IMSI attch /detach).

 

 

 

VLR (Visitor Location Register) akan menentukan IMSI berdasarkan pada TIMSI dan LAI dan memungkinkan juga dari pemeriksaan  VLR sebelumnya dan ketentuan admistrasi dari HLR (Home Location Register). Sebelum dilakukan konfirmasi location update dan memberikan TMSI baru ke mobile station, VLR melakukan pembuktian (authentication request dan authentication response) dan mengaktivekan ciphering (Ciphering mode command dan ciphering mode complete).

 

 

 

Setelah melakukan proses diatas maka TMSI baru akan dialokasikan dengan pesan yang dikodekan pada kondisi ini location update telah diterima dan mobile station merespon dengan realokasi TMSI yang lengkap, selanjutnya Base station melepaskan radio resource connection.

Gambar: Location up date

 

 

 

Bagian ini merupakan bagian terakhir dari materi kita (Interface BSS pada GSM/DCS) yang akan membahas proses terjadinya hand over pada Um interface (universal mobile interface/air interface). Bagaimana proses bisa terjadinya hand over akan kita kupas habis dibagian ini. Selain itu juga kita akan bahas call release atau call clear down yaitu bagaimana proses release call terjadi antara network kita dan mobile subscribers… [bersambung]

 

 

 

 

 

 

Posted by chan/syam at 11:41:03 | Permanent Link | Comments (0) |

Oktober 03, 2005

Interface BSS pada GSM/DCS [Bagian tiga]

Interface  BSS pada GSM/DCS  [Bagian tiga]

Oleh: Atharis Prayoe

--------------------------------------------------------

 

Pengunjung dusunlaman yang baik,

 

Lagi, lanjutan dari "Interface  BSS pada GSM/DCS" yang sengaja diturunkan secara bersambung.

 

Jika ada pertanyaan, bisa langsung layangkan email ke Saudara Atharis Proyoe di atharis@plasa.com

 

Baca dan ikuti terus, ya.

--------------------------------------------------------

 

1. Layer 2 (Data link Layer) pada Um interface

 

          Pada um/air interface layer 2 sering juga disebut dengan data link layer atau dalam istilah GSMnya disebut dengan Linking. Di layer ini informasi yang akan dikirmkan akan dilindungi dari gangguan yang akan terjadi. Tugas dari layer ini adalah mendeteksi gangguan dan melakukan perbaikan, melakukan stabilisasi transmisi atau dengan kata lain memberikan garansi terbebas dari gangguan data.

         

2. Layer 3 (Network Layer)

 

Pada layer 3 terdapat 3 fungsi penting yaitu :

A.    Radio Resource management functions

Pada Radio resource management pesan dikirimkan antara MS  (mobile subscbriber) dan Base Transciever Station (BTS) atau Base Station Controller (BSC). Pesan pada radio resourse akan dikirimkan pada A-bis interface dalam Radio Signalink Link (RSL)  atau Direct Tranfer  Application Part (DTAP) kea rah BSC.

      Pada bagian ini hal-hal yang mendasar yang dilakukan adalah :

 

 -  Pada Idle mode procedure (pada saat MS pada kondisi tidak melakukan percakapan):

a.     Melakukan broadcast informasi dari MS ke BSS atau sebaliknya.

b.     Melakukan Paging

 

-        Pada saat dedicated mode (pada saat ms sedang melakukan aktivitas) hal hal penting yang dilakukan pada fungsi radio resource management adalah sebagai berikut  :

a.     Pada saat channel assignment procedure (prosedur dimana pembagian untuk  penempatan channel dari BTS ke MS).

b.     Hand over procedure (Pada saat MS akan melakukan perpindahan dari suatu cell ke cell yang lainnya.

c.      Pada saat  prosedur penambahan channel.

d.     Pada saat pelepasan channel (channel release procedure)

 

-        Pada saat Radio Resources Establishment procedure (Pada saat procedure pembukaan

          Radio resource).

          a.   Pada saat memasuki dedicated mode permohonan untuk procedure penempatan

  channel dengan cepat yang  biasa nya terjadi pada saat hand over.

b.     Pada saat prosedur pengaksesan untuk up link

c.      Notification prosedur untuk call setup, hand over dll

 

B.        Mobility Management

Pada Mobility management        menyampaikan pesan antara MS dan MSC  tanpa dipengaruhi dari sisi BSS. Pesan tersebut  dikirimkan melalui A-bis dan A-Interface dalam RSL (Radio Signaling Link) ataupun DTAP (Direct Transfer Application Part) ke BSC. Fungsi utamanya adalah mensupport mobilitas pengguna sehingga informasi network untuk pemberian lokasi channel dan menyediakan identitas yang dibutuhkan antara MS dan network.

          Prosedur dasar yang dilakukan dalam Mobility Management adalah sebagai berikut :

1.     Mobility Management Common Prosedure :  suatu  Prosedur  Mobility   Management  yang dilakukan dalam keadaan biasa yaitu pada saat merealokasikan TMSI (Temporary Mobile subscriber Idensifier), Autentifikasi, Identifikasi, IMSI detach,prosedur pembatalan dan pada saat prosedur informasi pada Mobility Management.

 

2.     Mobility Management specific Prosedure : suatu prasedur dimana Mobility management memerlukan prosedur khusus yaitu pada saat Location update, periodic updating dan pada saat IMSI attach.

 

 

3.     Connection Management Sub layer service provision : suatu prosedur pada saat connection management sublayer untuk layanan yang bersyarat yaitu :

Mobility Management Connection establishment (pembukaan hubungan pada Mobility management), Mobility Management connection Information transfer Phase dan pada saat Mobility Management Connection release.

 

C.        Connection Management

        Connection     Management    terdiri    dari   : Call   Control,   Short   Massage   dan 

     Supplementary  Service  Support.   Pada  bagian  ini pesan dikirimkan antara MS dan MSC 

     oleh karena itu  sebagian besar dipertimbangkan untuk segera dilaksanakan.  

              Selain Call  Control  pada  connection  management  terdapat  juga  Supplementary

     service support yang digunakan  untuk  call   forwarding dan  Layanan pengenalan nomor 

     yang merupakan layanan call line identification  presentation (CLIP), call line identification

     restriction (CLIR),  dan SMS (Short Messege Service).

         Prosedur mendasar yang dilakukan pada call control adalah sebagai berikut :

 

-                Prosedur pembukaan  panggilan (Call establishment prosedur) : suatu prosedur

              pembuka pada saat akan melakukan panggilan dimana pada prosedur ini terdapat prosedur pada saat akan melakukan panggilan (Mobil originating call) dan pada saat penerimaan panggilan (Mobil terminating Call).

 

-                Prosedur Signaling sampai pada kondisi active pada prosedur ini terdapat  : User

Notification, call rearrangement, user initiated level up dan down grading.

 

              -    Call Clearing suatu prosedur dimana dilakukan  “clearing” percakapan, pada prosedur ini terdapat clearing yang dilakukan oleh mobile station dan ada juga clearing yang dilakukan oleh network serta clearing yang dilakukan secara berbarengan.

 

Posted by chan/syam at 02:26:19 | Permanent Link | Comments (0) |

September 28, 2005

Interface BSS pada GSM/DCS [Bagian dua]

Interface  BSS pada GSM/DCS  [Bagian dua]

Oleh: Atharis Prayoe

--------------------------------------------------------

 

Pengunjung dusunlaman yang baik,

 

Berikut adalah kelanjutan dari "Interface  BSS pada GSM/DCS" yang sengaja diturunkan secara bersambung.

 

Jika ada pertanyaan, bisa langsung layangkan email ke Saudara Atharis Proyoe di atharis@plasa.com

 

Selamat membaca!

--------------------------------------------------------

 

2.1.1      Logical Channel dalam GSM/DCS

Dibagi menjadi 2 type logical channel : Traffic channel dan Signaling Channel

A.     Traffic Channel : Digunakan untuk mengirimkan code speech dan data informsi dari mobile subscriber (MS) . Ada 2 bentuk traffic channel yang didifinisikan sebagai Full rate traffic channel yaitu traffic channel transmisi speech dan data pada air interface ditransmisikan dengan kecepatan 13 kbit/s dan data 9,6 kbit/s dan Half Rate Traffic channel yaitu speech yang ditransmisikan pada air interface 6.5 kbit/s dan data 4.8 kbit/s.

 

B.     Signaling Channel : Digunakan untuk pensinyalan dari MS ke BTS, yang mana pada channel ini dibagi menjadi 3 type :

-  Broardcase Control Channel (BCCH) yang digunakan untuk singkronisasi  

   dan mengirimkan specific data dari BTS ke MS yang bekerja pada Down link

                      (Signaling dari BTS ke MS). BCCH ini dibagi lagi dalam beberapa fungsi yaitu  Frequency Correction Channel (FCCH) yang bertugas untuk mengawasi ketepatan frequensi agar bisa berkomunikasi dengan MS. Synchronization Channel (SCH) yang bertugas untuk melanjutkan perjuangan dari FACCH setelah bersingkronisasi dengan MS selanjutnya dilakukan checking prosedur untuk memeriksa informasi yang berisi BSIC (Base Station Identification Code) dan TDMA frame number dan Broardcase Control Channel (BCCH) yang berisi informasi dimana MS membutuhkan referensi untuk ke cell mana akan ditempatkan. Digunakan pada saat Channel combination, frequensi hopping dan cell identification.

 

                    -  Commond Control Channel (CCCH) yang digunakan  untuk pengontrolan akses dari BTS atau dari MS yang bekerja pada frequency up link dan down link. Channel ini dibagi lagi menjadi 4 bagian penting Yaitu : Paging Channel yang digunakan untuk proses call dari BTS ke MS yang bekerja pada frequency down link. Notification Channel yang bertugas sebagai notifikasi MS pada Voice group dan voice boardcase call, bagian ini juga bekerja pada frequency down link. Random Access Channel yang digunakan untuk permohonan signaling channel dari network atau untuk respon dari paging channel dan Access Grant Channel (AGCH) yang bekerja pada saat proses signaling channel oleh BTS untuk MS.

 

    -  Dedicated Control Channel (DCCH) yang dibagi menjadi 3 channel penting yaitu : Stand alone Dedicated Control Channel  (SDCCH) yang digunakan 2 arah BTS dan MS untuk call setup. Authentification dan fungsi signaling juga dilakukan oleh channel ini. Slow Associated Control Channel (SACCH) yang selalu dipasangkan dengan SDCCH dan TCH. Informasi pensinyalan untuk control dan parameter pengukuran dilakukan lewat channel ini. Pada BTS informasi spesifik network ditransmisikan menggunakan SACCH  menjaga agar MS selalu up to date pada setiap perubahan parameter cell. Juga control command pada time advance dan power control ditransmisikan BTS via SACCH. Fast Associated Control Channel (FACCH) yang akan diaktivekan pada saat memerlukan penambahan signaling pada situasi mendesak  (contoh : pada saat handover).

 

(Gambar: Logical Channel pada GSM/DCS)

 

Dalam Um Interface (Air intrerface) pada bagian terdahulu telah dijelaskan mengenai layer 1. Pada episode ini akan kita lanjutkan mengenai layer 2 dan 3 yang akan membahas secara detail fungsi, struktur, dan hal-hal apa yang akan dilakukan  pada layer 3  pada Um (air Interface),

 

Yang menarik pada bagian ini juga menjelaskan bagaimana terjadinya location update mulai dari awal sampai akhir. Nantikan tulisan selanjutnya.

 

* * *

 

 

 

 

Posted by chan/syam at 11:37:05 | Permanent Link | Comments (4) |

Interface BSS pada GSM/DCS [Bagian Pertama]

Interface  BSS pada GSM/DCS  [Bagian Pertama]

Oleh: Atharis Prayoe

 

--------------------------------------------------------

Pengunjung dusunlaman yang baik,

 

Menanggapi beberapa pertanyaan tentang seluk beluk tentang teknologi informasi, Atharis Prayoe dari tim dusunlaman telah menyiapkan tulisannya. Tulisan berjudul "Interface  BSS pada GSM/DCS" ini akan kami turunkan secara bersambung.

 

Semoga bermanfaat bagi anda. Dan ikuti terus kelanjutan tulisan ini.

 

Salam,

dusunlaman

--------------------------------------------------------

 

 

Interface

Interface (antar muka) dibutuhkan untuk mengenali suatu sistem dengan sistem yang lainnya.Jika interface tidak bisa dikenali maka komunikasi yang diinginkan tidak mungkin terjadi. Dalam GSM/DCS terdapat 4  BSS Interface yaitu Air Interface (Um), A-Bis Interface, A-Sub interface dan A-Interface. Pada bagian ini akan membahas mengenai air Interface secara detail mulai dari Physical Layer yang membahas Logical Channel DSM/DCS, Data Link Layer untuk access protocol, Network Layer yang berisi Connection Management, Mobility Management dan Radio Resource Management.  Pada bagian ini juga kita bisa mengetahui bagai mana proses Call Setup, Mobile Originating Call (MOC), Mobile Terminating Call (MTC), Location Up date dan Hand Over. Ikutin terus yach jangan sampai ketinggalan !!!

 

1. AIR INTERFACE

Merupakan interface antara MS (mobile station) dan BTS (Base Transmission Sistem). Pada interface ini speech dan data yang ditansmisikan melalui Physical Channel. Media yang digunakan adalah udara. Didalam air interface dibagi menjadi 3 layer yang masing masing fungsi layer ini sangat spesifik.

 

Layer 1 merupakan bagian dari air interface yang tugasnya adalah sebagai logical channel. Channel di air Iinterface ini dibagi 2 kelompok penting yaitu :

A. Traffic Chanel (TCH)

B. Signaling Channel

 

Layer 2 merupakan media untuk access protocol dalam hal ini digunakan untuk LAPD (Link Access Protol Dedicated) Channel, yang juga berfungsi untuk melindungi transmisi jika terjadi gangguan.

 

Layer 3 berisi data yang dibagi menjadi 3 bagian penting untuk pengaturan management data yaitu :

 

1. Connection Management

yang didalamnya terdapat management untuk pengaturan percakapan (call control), Supplementary service support yang digunakan untuk call forwarding dan  Layanan pengenalan nomor merupakan layanan call line identification presentation (CLIP), call line identification restriction (CLIR),  dan SMS (Short Messege Service).

 

2. Mobility Management

yang tugasnya menyampaikan pesan antara MS dan MSC yang dikirimkan melalui A-bis dan A-Interface. Fungsi utamanya adalah mensupport mobilitas pengguna sehingga informasi network untuk pemberian lokasi channel dan menyediakan identitas yang dibutuhkan antara MS dan network. Mobility management dibutuhkan untuk Autentification,indentification, Information procedure, location update, IMSI Attact/detach, periodic updating dll.

 

2. RADIO RESOURCE MANAGEMENT

Pada Radio Resource Management pesan antara MS dan BTS atau BSC akan disampaikan melalui Abis interface. Bagian ini digunakan untuk pengaturan common transmission resource, sebagai contoh digunakan pada physical channel dan data link connection pada control channel.

 

2.1          Physical Layer 1 Air Interface

Pada layer 1 speech dan data ditransmisikan melewati media udara pada Air (Um) interface. Physical channel didefinisikan sebagai specific carrier (Radio Frequency Carrier) dengan menggunakan range frequency GSM/DCS yang terdiri dari 174 Channel (seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya : NE BSS part 1).

 

 

(lihat gambar 1. Layer Pada Air Interface)

 

Layer 1  berhubungan langsung dengan layer 3 yang prosesnya diatur oleh channel management dan measurement control. Sedangkan Hubungan Layer 1 dan 2 untuk fungsi-fungsi : Burst transmission , error detection dan correction serta supervisi radio link control. Selain itu Layer 1 digunakan untuk mencari BCCH (Broardcase common channel dan DCCH (Dedicated Control Channel) dari MS setelah pengalokasian  channel dari Base Station.

* * *

 

Posted by chan/syam at 04:33:26 | Permanent Link | Comments (2) |