Januari 30, 2008

Dusunlaman.Net

Informasi terbaru tentang prabumulih, dapat diakses melalui...
http://dusunlaman.net
Posted by chan/syam at 06:20:56 | Permanent Link | Comments (0) |

September 23, 2007

Tentang Prabumulih di Blog Baru Dusunlaman


Salam,

Seringkali saya menerima pertanyaan tentang updating tulisan atau artikel terbaru di dusunlaman.

Sejak 13 Juni 2007, blog ini sudah ditutup. Tulisan-tulisan terbaru tentang dusunlaman Prabumulih ada di blog baru dusunlaman.

Sekadar membantu, berikut tautan ke tulisan-tulisan terkini tentang Prabumulih:



Daftar Tautan di atas diambil dari Arsip blog baru dusunlaman edisi Mei dan Juni 2007

Selamat Menikmati!
Posted by chan/syam at 14:09:14 | Permanent Link | Comments (0) |

Juni 13, 2007

Sorry, We Are Closed!

untuk informasi terbaru tentang

Prabumulih, bisa dibaca di...

blog dusunlaman baru 

 

Posted by chan/syam at 17:29:34 | Permanent Link | Comments (0) |

September 20, 2006

Dusunlaman Pindah

Salam,

 

Sekadar pemberitahuan, dusunlaman pindah ke tempat baru. Semula dusunlaman menempati kapling yang disediakan di blog.com. Alamat lengkapnya http://dusunlaman.blog.com.

 

Mulai hari ini, dusunlaman akan bermukim di kapling yang disediakan wordpress.com. Alamat lengkapnya  adalah https://dusunlaman.blogspot.com.

 

Mohon doa, dan jika tidak keberatan mengirimi naskah untuk berbagi bahan bacaan di blog ini. Satu yang tidak ingin kami ubah adalah, dusunlaman tetap menjadi blog tentang sebuah tanah berapi yang gersang, panas, diperas habis sumberdaya alamnya, Prabumulih.

 

 

Salam,

 

Syam asinar radjam

 

(Perjalanan, 03 Juni 2007)

 

 

Posted by chan/syam at 10:32:24 | Permanent Link | Comments (1) |

Juli 06, 2006

Info Pandak

Pembaca yang terhormat,

KAMI AKAN SEGERA PINDAH ALAMAT...

Terima kasih telah meluangkan waktu menyambangi dusunlaman.

Salam,

-syam_ar-

Posted by chan/syam at 07:11:56 | Permanent Link | Comments (7) |

Februari 06, 2006

Potensi PAD dari Daun Nanas

blogserat-nanas Kain dari serat nanas yang dijual di Wijaya Galery, Yogyakarta. http://wijayagallery.com  

 


 

 

 

 

Meski prabumulih dikenal sebagai penghasil nanas terbesar se-Sumatra Selatan, pemanfaatannya baru sebatas pada buahnya yang dijadikan buah segar. Kebun nanas, setelah tidak lagi produktif berbuah, kemudian ditinggalkan. Lambat laun tanaman ini akan mati sendiri pada saat kanopi tanaman keras (misalnya karet) demikian rimbun dan menutupi nanas dari pancaran sinar matahari.

Padahal banyak bagian dari dari tanaman ini yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi. Salah satu yang sudah diusahakan adalah daunnya. Daun tanaman nanas adalah bahan baku serat yang mulai marak di kembangkan.

Menurut informasi yang dikumpulkan oleh dusunlaman, serat nanas saat ini telah banyak diusahakan untuk bahan pakaian. Pakaian dari serat nanas umumnya disukai karena selain nyaman dipakai juga memiliki tekstur yang bagus dan memberikan citarasa anggun serta berseni.

Hasil penelitian yang dilakukan J Tri Astuti dan Holia Onggo, keduanya peneliti Puslitbang Fisika Terapan LIPI, baru-baru ini menunjukkan bahwa serat daun nenas bisa dimanfaatkan untuk bahan baku pulp dan kertas dengan kelas mutu II (nilai 275). Selain itu, kadar alfa selulosanya juga tinggi (57,81 persen) sehingga dapat diperoleh rendemen tinggi. Dengan sentuhan teknologi, daun nenas itu bisa menjadi alternatif bagi pendapatan asli daerah (PAD) berupa serat daun nenas (non wood plant leaf fiber) yang sebagai bahan baku pulp atau kertas.

Menurut Tri dan Holia, produksi kertas dari daun nenas juga mudah dilakukan dan bisa diterapkan pada industri rumah tangga (skala 5.000 lembar kertas seni per bulan). Dengan demikian, kegiatan ini bisa mendorong tumbuhnya bisnis pemanfaatan serat daun nenas di tempat penghasil nenas.

Di Prabumulih sendiri, menurut catatan dusunlaman telah diupayakan semacam proyek percontohan industri serat nanas di kecamatan Rambang Kapak Tengah. Sayang sekali dusunlaman tidak mengetahui siapakah yang mengelola proyek ini, serta sejauhmana perkembangannya saat ini.

Namun demikian, mengingat ketersediaan bahan baku yang peluang pengelolaan serat nanas tetap besar untuk diupayakan di Prabumulih. Faktor yang kiranya cukup menguntungkan adalah pengolahannya dapat dilakukan pada skala industri rumah tangga. Kiranya, pemerintah kota Prabumulih dapat mengambil langkah untuk memberikan proyek percontohan kepada UKM-UKM yang tertarik berinvestasi di bidang ini. Tentu saja langkah ini harus diiringi dengan riset pemasaran yang jelas.

Andaikata langkah ini dapat dilakukan, upaya memperbesar lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta peningkatan pendapatan asli daerah, tidak perlu menunggu datangnya investasi dari luar Prabumulih.

* * *

Kebaya Bordir Kurung Serat Nanas Busana dari serat nanas [Ina Collection: http://indonetwork.co.id/ina_collection

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted by chan/syam at 02:22:01 | Permanent Link | Comments (0) |

Desember 19, 2005

Blog Baru

[info] Blog Sumang Dusun laman Prabumulih

 

Sanak sedusunlaman,

Hari ini, laman kerabat bertambah. Adalah http://putrarambang.blog.com, sebuah blog baru yang sepertinya juga akan mengkhususkan pada info seputar prabumulih. Blog ini dikelola oleh Hendra Gunawan yang kerap disapa Ndah. Hendra adalah seorang Prabumulih yang sekarang menetap di Cimahi Bandung .

Selamat, Kawan Hendra! Semoga blog ini menambah alternatif media informasi tentang kota kecil berapi; Prabumulih. Silahkan kunjungi!

Salam,

Editor dusunlaman

Posted by chan/syam at 05:59:01 | Permanent Link | Comments (0) |

Rencana Bappeda prabumulih

 

 

 

 

 

 

Rabu, 7 Desember 2005 lalu, dusunlaman menerima email berisi info penting. Email tersebut dikirim oleh Bapak, Prof. Supli Effendi Rahim, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Prabumulih. Sebuah lembaga yang melahirkan perencanaa-perencanaan strategis untuk kota ini.  

 

Atas izin beliau, isi email tersebut saya tampilkan di web-blog dusunlaman yang sederhana ini.

Salam,

Syam Asinar Radjam

------------------------------------------------------

Salam,

Saya, supli effendi rahim, dipercaya oleh Tuhan dan pemerintah kota Prabumulih untuk menjadi Kepada Bappeda di Kota ini. Semula tugas ini sungguh berat untuk dijalankan, tetapi karena karena ada bantuan yang maha besar, teman-teman, atasan, LSM, wartawan dan masyarakat Prabumulih di banyak tempat. Kepada teman-teman dan sanak-dulur di dusunlaman mohon dapat menerima dan membantu saya dengan amanah ini.

Sejak bertugas ada beberapa catatan yang ingin saya wujudkan bersama-sama tidak saja dengan sesame aparatur pemerintah, tetapi juga dunia usaha dan masyarakat pada umumnya.

1. Selesainya jalan lingkar - karena ini merupakan infrastruktur  penting bagi Prabumulih yang telah disepakati sebagai pusat perdagangan dan jasa. Kota Prabumulih akan mekar wilayahnya dengan lebih terarah tidak lagi sebagai kota garis.

2. Terbangunnya terminal yang representatif di jalan lingkar.

3. Terbangunnya pasar penyangga dan pasar modern.

4. Terbangunnya infrastruktur yang memadai ke wilayah terpencil- jalan, listrik, telekomunikasi, yankes dan air bersih.

5. Terbangunnya kawasan industri terpadu.

6. terkelolanya sektor unggulan di prabumulih dalam sektor-sektor primer, sekunder dan tersier.

7. Terayominya usaha kecil menengah (UKM).

Secara umum ini semua bisa diwujudkan bila telah terbangunnya komitmen dari para pihak – aparatur pemerintah kota , dunia usaha, masyarakat (termasuk LSM) dan bahkan Pers.

Kedepan sebagian besar dari hal-hal di atas tersebut sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan/prioritas APBD tahun depan dan setrusnya.

Dalam kajian PAD dan pengelolaannya oleh Bappeda dalam bulan-bulan belakangan sangat jelas bahwa banyak ruang yang bisa digunakan oleh pemerintah kota prabumulih untuk menggali dan mengembangan PAD itu. Untuk gambaran PDRB kota ini tahun 2004 adalah sebesar 1,244 trilyun rupiah.

Hingga di sini dulu surat saya. Silahkan diberi masukan dan kabar-kabar terbaru.

 

Wassalam,

Supli Effendi Rahim

Posted by chan/syam at 05:57:01 | Permanent Link | Comments (1) |

September 16, 2005

Rencana Pembangunan Prabumulih 2006

Assalamualaikum, wr wb.

 

Prabumulih saat ini sudah jauh dari yang dulu. meskipun demikian masih banyak yang bisa kita fikirkan dan perbuat demi kesempurnaan kota ini. Sejak lama kita saksikan betapa ciri utama kota ini bila ada orang sudah tiba di sana -- di tengah kotanya macet, banyak PKL, pasarnya masih berantakan, lalu lintas belum tertib, belum ada pasar modern, terminal belum ada yang memadai, dan banyak lagi.

 

Dengan memohon bantuan doa, fikiran dan bisa juga materil maka tahun 2006 ini kami ingin merencanakan untuk:

1. Menyelesaikan jalan lingkar, mungkin dengan system tahun jamak

2. Membangun terminal

3. Membangun pasar modern dan pasar-pasar penyangga

4. dll

 

Tulisan ini diharapkan dapat merupakan ajang kita saling tukar fikiran demi kebaikan kota kesayangan kita ini. Terimakasih. Sampai berita dari saya berikutnya.

 

Wassalam,

[Supli Effendi Rahim]

Posted by chan/syam at 05:57:35 | Permanent Link | Comments (0) |

September 09, 2005

Wisata Di Sekitar Prabumulih

Mungkin banyak kalangan yang kebingungan jika sedang berlibur di sekitar Prabumulih. Kenapa tidak memilih berlibur mengunjungi   beberapa obyek wisata di wilayah kota/kabupaten yang bertetangga dengan Prabumulih. Apa sajakah obyek pariwisata yang dimaksud? Kami menyalin catatan yang kami peroleh dari rekan Alexandra di Komunitas Unsri, ebagai berikut.

BUKIT SIGUNTANG


Bukit Siguntang letaknya di sebelah Barat kota Palembang. Bukit yang tingginya sekitar 27 meter dari permukaan laut ini, pada zaman Sriwijaya merupakan tempat suci bagi penganut agama Budha.Menurut sejarah, di bukit itu bermukim Sekitar 1.000 pendeta Budha.Hingga kini Bukit Siguntang masih dianggap sebagai tempat yang dikeramatkan.


Pada tahun 1920 di Bukit Siguntang ditemukan arca Budha bergaya Amarawati dengan wajah tipikal Srilangka dan diduga berasal dari abad XI Masehi. Arca tersebut kini diletakkan di halaman museum kota Sultan Mahmud Badaruddin, samping benteng Kuto Besak.


Dipuncak bukit terdapat kuburan kuno yang dikeramatkan penduduk. Salah satunya adalah kuburan Sigentar Alam yang dijadikan tempat bersumpah beberapa penziarah. Menurut legenda Sigentar Alam adalah seorang raja pada masa akhir Sriwijaya.  


Bukit Siguntang belum lama ini direstorasi dan diperindah.


SUNGAI MUSI


Sungai Musi mengalir di tengah kota Palembang merupakan obyek wisata air yang cukup menarik dan mengasyikkan. Di sepanjang tepi sungai dapat disaksikan deretan rumah rakit yang khas Palembang. Di tengah kesibukan lalu lintas air, dapat pula di saksikan ketekunan para nelayan mencari nafkah.


Menikmati matahari terbenam dari jembatan Ampera sungguh menyenangkan, sambil menyaksikan senja menyapu wajah kota.
Sungai Musi juga merupakan ajang pertunjukan. Diantaranya lomba perahu motor, perahu berhias, renang alam, dan sebagainya.


Dalam perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dan peringatan Hari jadi kota Palembang 17 Juni, acapkali digelar lomba bidar atau bidar mini yang cukup populer serta pertunjukan air lainnya.


PULAU KEMARO


Pulau Kemaro merupakan sebuah delta di sungai musi, sekitar 5 km sebelah hilir Jembatan Ampera. Di pulau ini terdapat sebuah vihara. Dalam perayaan Cap Go Me ribuan masyarakat Cina termasuk yang datang dari berbagai kota bahkan dari Kilang Minyak Pertamina luar negeri berkunjung ke pulau Kemaro untuk melakukan sembahyang atau berziarah. Perayaan ini berlangsung sampai 2 - 3 hari. Dari pulau Kemaro dapat juga disaksikan kilang minyak Plaju dan Sungai Gerong serta pabrik pupuk PT Pusri di samping berbagai kegiatan di sungai Musi.


KILANG MINYAK DAN PABRIK PUPUK


Kilang minyak Pertamina yang berlokasi di Plaju dan Sungai Gerong, di tepi sungai Musi merupakan kilang penyaringan minyak mentah dari seluruh ladang minyak di Sumatera Bagian Selatan. Di kilang ini diproduksi avgas, avtur, premium, solar, minyak kapal, polytam, aspal, parafin, dll.


Diseberang kilang Pertamina, agak ke bagian hulu terletak pabrik pupuk urea PT Pusri (Pupuk Sriwijaya) yang saat ini merupakan yang terbesar di dunia dalam suatu lokasi. Pabrik pupuk ini terdiri dari 4 unit yang produksinya untuk kebutuhan dalam negeri dan juga diekspor ke berbagai negara. Baik kilang minyak maupun pabrik pupuk dan berbagai industri lainnya di Palembang acapkali menjadi ajang wisata karya yang ingin menyaksikan dari dekat kegiatan Pabrik-pabrik itu.


LEBONG HITAM DAN SEBOKOR


Lebong Hitam yang disebut juga Padang Sugihan, merupakan hutan suaka margasatwa yang luasnya 75.000 hektar, terletak di kawasan Timur daerah ini, dekat pantai. Lebong Hitam adalah habitat gajah Sumatera terbesar saat ini, yang dihuni 200 ekor lebih.


Dekat hutan suaka margasatwa ini terdapat desa kecil bernama Sebokor yang dijadikan tempat melatih gajah sehingga dapat dimanfaatkan untuk membantu manusia.


Untuk mengunjungi Kayuagung dapat dipergunakan taksi, bus atau kendaraan pribadi. Dari Palembang ke Kayuagung, juga terdapat bus-bus umum dengan trayek tetap setiap hari. Sedang dari Jakarta atau kota-kota lain di Jawa, setelah menyeberangi Lampung dapat langsung menuju Jl. Kayuagung melalui jalan lintas Timtir Sumatera Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan ibukotanya Baturaja terletak 201 Km dari Palembang pada posisi 03004'- 400 LS dan 1030 40' - 030 55' BT dengan luas wilayah 13.661 kilometers persegi dapat dicapai dengan kendaraan bermotor dari Palembang melalui tiga jalan.


Pertama melalui Prabumulih, kedua Kayu Agung, Martapura, ketiga melalui Muara Enim, Tanjung Enim. Jalan lain adalah menggunakan Kereta Api dari Palembang atau Bandar Lampung. Kabupaten Ogan Komering Ulu berpenduduk sekitar 771.463 jiwa yang mayoritas beragama Islam.


DANAU RANAU


Terletak di wilayah kecamatan Banding Agung dengan jarak 125 km dari Baturaja ibukota kabupaten OKU. Danau Ranau luas 8 x 16 Km dengan latar belakang gunung Seminung, sekitar danau dikelilingi oleh bukit dan lembah sehingga hembusan angin di kawasan ini tidak terlalu kencang.


Pada malam hari udara sejuk dan pada siang hari cerah suhu berkisar antara 20° - 26° Celsius. Diatas perbukitan dan - lembah sekitar danau terdapat perkebunan kopi, tembakau, cengkeh, kayu manis dan palawija. Pada sisi lain dikaki gunung Seminung terdapat sumber, air panas alam yang keluar dari dasar danau. Tempat lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Marisa yang terletak tidak jauh dari air panas.


Untuk mengadakan tour di danau dapat menggunakan perahu motor yang tersedia di dermaga wisata komplek Ranau Cottage. Kapasitas penumpang 15 orang per perahu dengan biaya Rp. 25.000,- untuk satu kali perjalanan pesiar di danau (sightseeing). Obyek lain yang dapat dikunjungi adalah air tenun Subik Tuha berlokasi 500 meter dari cottage Ranau. Danau Ranau dapat dikunjungi dari Baturaja, Palembang atau dari Bandar Lampung.
Setiap bulan Desember diadakan lomba perahu cadik di danau Ranau yang berlangsung hampir sehari suntuk sejak pukul 08.00 pagi. Cadik adalah perahu yang memakai alat keseimbangan yang biasa dipakai para nelayan di danau Ranau. Lomba cadik ini merupakan bagian dari Festival Danau Ranau. Dewasa ini telah dibangun sarana rekreasi di pantai Senangkalan kawasan Banding Agung yang banyak dikunjungi para wisatawan khususnya pada hari libur.


GOA PUTRI


Sebuah goa yang terletak di daerah kabupaten OKU, tepatnya di pinggiran desa Padang Bindu kecamatan Pengandonan dengan jarak 35 kilometer dari Baturaja.


Goa Putri, panjangnya lebih kurang 159 meter dan lebarnya antara 8 – 20 meter, tinggi maksimal 20 meter.


Didalam gua banyak terdapat Stalagtit dan Stalagmit yang berusia ratusan tahun. Ditengah-tengah gua mengalir anak sungai yang bermuara di sungai Ogan. Obyek wisata ini dapat dicapai dari Baturaja atau melalui Muara Enim. Obyek wisata ini baik sekali untuk para wisatawan remaja atau pencinta alam.

DANAU ULAK LIA


lni adalah sebuah danau kecil dekat kota Sekayu, yang dapat di capai setelah menyeberangi sungai Musi selama kurang lebih 20 menit dengan perahu tambangan. Danau seluas 15 hektar ini, pada 7 hari-hari Minggu, dan libur banyak dikunjungi wisatawan lokal. Disekeliling danau terdapat pohon-pohon rindang sehingga sangat ideal untuk tempat rileks dan piknik bersama keluarga.

TAMAN PURBAKALA KI GEDE ING SURO


Taman purbakala Ki Gede Ing Suro yang terletak di 3 Ilir Palembang merupakan sebuah kompleks pekuburan Islam dari pertengahan abad ke 16. Didalam kompleks tersebut terdapat 8 bangunan yang berisi 38 kuburan. Diantaranya makam Ki Gede Ing Suro yang merupakan cikal bakal raja-raja Palembang. Menurut sejarah pada awal abad 16 scorang bangsawan Jawa bernama Sido Ing Lautan datang ke Palembang bersama.para pengikutnva sekitar tahun 1547. Putra bangsawan ini. Ki Gede Ing Suro. akhirnya pada tahun 1552 mendirikan kerajaan Palembang.


Karena tidak berputra, Ki Gede Ing Suro mengangkat kemenakannya bernama Ki Mas Anom untuk memegang tampuk pemerintahan dengan gelar Ki Gede Ing Suro Mudo sekitar tahun 1565 sampai 1567.


Ki Gede Ing Suro beserta para pengikutnya setelah meninggal dunia dimakamkan di kompleks tersebut.

 

Kompleks makam kuno menjadi obyek wisata sejarah setelah dipugar pada tahun 1977/1978


BAYUNG LENCIR


Bayung Lencir adalah sebuah kota kecamatan 204 km dari Palembang, dekat perbatasan Jambi. Kota ini juga dapat dicapai melalui jalan air dari Palembang dan masuk ke sungai Lalan. Selain tumbuhan-tumbuhan palma sepanjang pelayaran di sungai Lalan terdapat hutan-hutan perawan, diselingi rumah-rumah rakit dan perusahaan pengolahan kayu. Di dalam hutan masih terdapat binatang-binatang liar yang sesekali muncul. Pelayaran melalui sungai Lalan ini dapat menjadi petualangan yang mengesankan.


SUAKA MARGASATWA SEMBILANG


Di kawasan Timur terdapat suaka margasatwa sembilang seluas 45.000 hektare. Tempat ini merupakan surga bagi berbagai jenis burung dari binatang yang dilindungi seperti bangau, tongtong, bangau putih, sindang lawe, pelican, itik liar, rajawali, rangkong jambul dan katigkareng, bahkan terdapat pula buaya dan lumba-lumba air tawar


SUMBER AIR PANAS GEMUHAK


Ini merupakan obyek wisata yang spesifik di Kabupaten Muara Enim, terletak di puncak bukit Umang, dekat desa Penindaian, Kecamatan Semendo, sekitar 70 km dari Muara Enim.


Disini terdapat dua sumber air panas yang senantiasa menyemburkan lumpur belerang, kemudian jatuh ke anak sungai berair panas, yang mengalir dari atas bukit. Air sungai yang panas ini memiliki temperatur 96,7 derajat celsius.


AIR TERJUN CURUP TENANG


Ini merupakan air terjun tertinggi di Sumatera Selatan yang terletak dekat desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung, sekitar 56 km di selatan Muara Enim. Air terjun setinggi 99 meter ini bersumber dari mata air yang tak pernah kering di celah Bukit Barisan dan kebawah membentuk sebuah sungai kecil yang deras. Curup Tenang merupakan objek wisata alam andalan daerah ini.


Untuk memudahkan para pengunjung mendekati air terjun, tersedia jalan setapak sepanjang 600 meter yang dibangun ditepi sungai. Dibangun pula sebuah jembatan gantung melintasi sungai kecil yang deras itu. Sedang diatas sungai tersedia lapangan parkir, warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman. Dan agak kehilir, terdapat sebuah tempat pemandian alam dan tempat memancing, lengkap dengan fasilitasnya.


Air terjun alami ini merupakan tempat rekreasi yang memberikan kesehukan bagi pengunjung karena hembusan angin yang membawa butiran-butiran air. Suasana alam pegunungan di sekitarnya benar-benar mengesankan.


Untuk memudahkan para pengunjung yang datang dari luar kabupaten, pemerintah daerah sudah membangun jalan baru dari Prabumulih ke Simpang Meo sepanjang 87 km melalui areal hutan tanaman industri dan perkebunan kelapa sawit. Dengan demikian jarak tempuh dari Palembang menuju Curup Tenang hanya sekitar 2 jam saja. atau sekitar 177 km. Jarak ini lebih singkat dibandingkan melalui Muara Enim yang berarti harus menempuh 239 km.


DANAU SEGAYAM


Terletak 51 km dari Palembang, danau Segayam merupakan tempat yang baik sekali untuk piknik atau berkemah. Di danau ini banyak terdapat berbagai jenis ikan air tawar Lokasi tersebut dapat dicapai dengan kendaraan bis atau kendaraan pribadi. Danau yang luasnya 30 hektare itu biasanya ramai pengunjung pada hari-hari Minggu dan libur.


BUKIT SERELO


Bukit Serelo terletak sekitar 20 km dari kota Lahat. Penduduk setempat menyebutnya Bukit Tunjuk, karena bentuk puncaknya yang mirip telunjuk yang mencuat ke langit.


Jika anda bepergian dari Muara Enim, menjelang 20 km memasuki kota Lahat, bukit itu terlihat jelas di sebelah kiri. Dibawahnya terdapat sebuah kompleks untuk menjinakkan, melatih dan mendidik gajah. Sekitar 40 ekor sudah dijinakkan di tempat ini, namun baru sebagian yang dapat diandalkan untuk para pengunjung. Anda dapat juga membuat foto dengan gajah-gajah itu. Tinggal berikan tip sebesar Rp. 5.000,- kepada pawang dan anda dapat berpose sepuasnya. Tidak menjadi soal apakah anda akan memotret untuk 1 roll film atau slide. Tetapi jangan lupa memberikan hadiah kepada gajah-gajah itu, berupa gula-gula, kacang dan sebagainya.

 

Dibeberapa tempat dibawah bukit terdapat beberapa tempat untuk berkemah atau rekreasi. Para pramuka dan anak-anak muda acapkali mengunjungi tempat-tempat itu. Sebuah sungai kecil dengan air yang jernih dan belum tercemar, dapat menyegarkan anda.


GUNUNG DEMPO


Gunung Dempo merupakan salah satu obyek wisata alam Kabupaten Lahat. Gunung tertinggi di Sumatera Selatan ini dapat dicapai langsung dari Palembang dengan kendaraan pribadi selama lebih kurang 6 jam, menempuh jarak sepanjang 295 km. Dapat juga mempergunakan bus umum dari Lahat menuju Pagar Alam (60 km), dan dari sini dilanjutkan dengan bus lain menempuh jarak 9 km sampai ke perkebunan dan pabrik teh lereng gunung.


Anda dapat menginap di mess yang tersedia sambil menikmati pemandangan alam indah sekitarnya. Namun apabila ingin melakukan pendakian ke puncak gunung, maka diperlukan bantuan pawang yang disediakan mess.
Gunung Dempo mempunyai dua puncak. Diatas puncak kedua yang lebih rendah terdapat sebuah kawah yang mengeluarkan batu belerang. Kawah ini terletak ditengah lapangan pasir dan bebatuan yang biasa dipergunakan para pendaki untuk beristirahat dan berkemah. Pendakian dari Pabrik teh ke puncak ini membutuhkan paling tidak 6 jam perjalanan. Para pendaki selain menginginkan petualangan, juga pencinta alam.



AIR TERJUN LEMATANG DAN NDIKAT


Di antara Lahat dan Pagar Alam terdapat dua air terjun yang masing-masing setinggi 40 meter lebih. Lebih dekat ke arah Lahat disebut air terjun Ndikat, sedang ke arah Pagar Alam disebut air terjun Lematang. Keduany menampilkan panorama alam yang sama.


Pada hari-hari libur atau Minggu kedua air terjun ini ramai dikunjungi wisatawan, untuk rekreasi atau piknik.

 

Kedua tempat wisata ini dapat dijangkau dengan kendaraan bermotor, baik dari Lahat maupun Pagar Alam. Namun untuk lebih mendekat ke air terjun harus turun berjalan kaki, yang tidak kurang asyiknya adalah selama perjalanan melalui liku-liku tajam sehingga cukup menegangkan.


L E M A T A N G


Sungai Lematang merupakan sungai terbesar di Kabupaten Lahat. Sepanjang sungai ini, sebenarnya merupakan obyek wisata alami yang memantulkan keindahan tersendiri. Lematang, seperti sungai-sungai lain yang mengalir di daerah ini, memiliki arus deras, sedang di berbagai tempat terdapat batu-batu besar. Sungai ini, terutama di bagian hulu, setiap tahun menjadi ajang lomba rakit tradisional yang di gelar tanggal 7 Agustus. Lomba yang cukup riskan dan penuh petualangan ini disaksikan ribuan penonton baik lokal maupun wisatawan. Apalagi untuk menyaksikan lomba yang menjadi rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan itu tanpa memungut bayaran.


DANAU RAYA



Danau Raya terletak dekat desa Karang Anyar di Kecamatan Maura Rupit, 80 km dari Lubuk Linggau, yang dapat dijangkau baik dengan otobis maupun kendaraan pribadi sekitar 90 menit dari Lubuk Linggau melalui jalan lintas Sumatera. Luasnya sekitar 100 hektare yang dikelilingi belukar lebar dan perkebunan cengkeh, karet, kelapa, pisang dll milik rakyat setempat. Danau ini dalamnya sekitar 15 meter. Air danau yang bening dan keindahan alam di sekitarnya serta gema hutan yang berdekatan membuat, danau itu sungguh menarik sebagai tempat rekreasi atau piknik. Pemerintah setempat telah membangun berbagai fasilitas bagi pengunjung. Di danau ini terdapat pula ikan langka tengkelaso yang dilindungi.


WATER VANG


Water yang sebenarnya adalah bangunan irigasi vang dibuat Belanda pada tahun 1941 dan merupakan penampung air Kelingi. Letaknya sekitar 4 km dari Lubuk Linggau yang dapat dijangkau dengan semua jenis kendaraan. Dari penampungan ini air dialirkan ke pesawahan rakyat di Tugumulyo. Sampai saat ini bangunan irigasi ini masih berfungsi dengan baik. Tempat ini acapkali dikunjungi para remaja pada hari Minggu atau libur.

* * *

 

Posted by chan/syam at 09:45:48 | Permanent Link | Comments (4) |
1 2