Makan Tahi, Mmm...
Anda mungkin kaget dengan judul di atas. Tapi memang tahi itu enak. Tentu tahi yang saya maksud bukanlah tinja, kotoran, feses, atau shitt.
Melainkan buah tahi.
Tahi ini adalah nama lokal Prabumulih untuk tumbuhan yang bernama latin Curculigo latifolia. Tumbuhan ini dikenal juga dengan nama parasi, marasi, atau terasi-terasian.
Buahnya gemuk dan lancip seperti pacet kenyang. Ukurannya juga sepacet, sedikit lebih besar dari biji kacang tanah. Kulit buah tampak berbulu-bulu halus seperti beludru, berwarna putih keabuan. Daging buahnya putih. Biji-biji hitam di dalam buah membuat daging buah menjadi tampak berbintik-bintik, seperti daging buah jenis-jenis berry, atau buah naga.
Tumbuhan tahi banyak ditemukan tumbuh di tepian sungai atau di hutan sekunder (misalnya, kebun karet tua). Jenis tumbuhan ini mudah dikenali karena bentuknya yang mirip bibit kelapa. Dari pangkal yang dekat tanah, muncul bunga berwarna kuning. Setiap bunga memiliki enam kelopak. Di sana pula buahnya ditemukan bergerombol.
Di masa kecil saya, buah tahi adalah salah satu favorit saya. Demi mencari buah tahi, saya seringkali tiarap dan menyelinap di bawah pohon seperti babi hutan. Grusssaak! Rasanya manis dan sedikit asam. Sehabis makan buah tahi, rasa manisnya melekat di lidah dalam waktu agak lama. Sehingga, jika kita minum air putih setelah memakan buah tahi, air yang tawar jadi terasa manis. Minum air jeruk pun, efek manis yang ditinggalkan buah tahi pun menyamarkan rasa asam jeruk.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa rasa manis itu berasal dari curculin, ekstrak protein yang memberikan rasa manis. Protein manis dapat menjadi gula alternatif yang cocok untuk mencegah diabetis atau kencing manis. Buah ini dipercaya memiliki banyak khasiat, di antaranya mengurangi panas dalam dan sakit kepala.
* * *


Terima kasih nak Syam sudah membuat artikel ini. Begitu ada SMS dari nak Destika mengenai tanaman ini <Pak, ada phon yang buahnya istimewa. Namanya marasi. Kalo abis makan buah itu, air putih terasa manis. Begitu juga jeruk yang asem, terasa manis. Pernah lihat sosok tanamannya? Di Palembang banyak lho> Saya jadi penasaran, langsung SMS nak Syam utk menulis tentang hal ini. Kalau di budidayakan siapa tahu banyak yang mau (buah dan bibitnya). Saya langsung cari tempat yang mungkin menjualnya. Alhamdulliah atas rekomendasi nak Destika ("penjaga" majalah Trubus), saya sudah janjian dengan penjualnya, tapi nunggu dulu beberapa hari, karena dipesan dari luar Jakarta. Harganya satu bibit Rp.25.000.- Seharga dengan bibit Lada perdu alias lada pandak. Bukankah ini suatu peluang. Tolong para pencinta Dusun Laman untuk mencari tahu sekitar Prabumulih. Siapa tahu ada yang berminat membudidayakannya sekaligus memasarkannya. Semoga. Wassalam, mang Darwis.
(Comment this)
Salam kenal
Aku wong Prabumulih jugo
tapi lah lamo merantau ke P. Jawo
Pengen tau nih taneman Curculigo Latifolia
btw, Salam buat Pak Darwis Siagim
Dimano sekarang Pak? Kabar baek tentunyo
Aku anak kenalan bapak di Prabumulih (Comment this)
Sekalian menambahi info sedikit tentang buah TAHI. Ketika catatan kecil ini dilmepra ke sebuah milis yang fokus pada jurnalisme, seorang Prabumulih, jurnalis di Batam memberi sedikit catatan. Katanya, sebenarnya nama lengkap buah ini adalah LEN-TA-HI. Tapi memang, pada pemahaman saya dan hasil konfirmasi ke beberapa teman/kerabat di prabumulih, sekarang lebih dikenal sebagai TAHI saja. (Comment this)
kukinak, bagus juge mun ditanam di pot...
(Comment this)
kebetulan ade warga dusunlaman yang beraktifitas sebagai jurnalis di Trubus. Menurut die, bibit tahi pacak dibeli di Ciseeng [?]. kebetulan aku lah dienjuk sikok, cuman lum sempat ngambeknye. Silahkan bai hubungi destika, lewat milis dusunlaman. Barangkali Mang Darwis yang memang penggemar dan kolektor tanaman obat juge pacak mbantu. (Comment this)
Entah di Ciseeng atau di Cibinong, mungkin di Cibubur..
Bawakan daku serumpun Tahi Marasi...
Juga kalau ada sertakan pula si Kantong Semar
[nepenthes sp], sebagai pengobat rindu tidak hanya melihat gambar...
Buat Moderator, coba link ke nepenthes-Indonesia@yahoogroups.com... karena para penggemar kantong semar se Indonesia...
Tapi mun di dusun aku dek pernah tekinak ade kantong semar yang bertengger di hutan-hutan...??
(Comment this)
dimana pokok ini rasanya sangat istimewa. tolong saya ye. terima kasih wassallam (Comment this)