Soal Perbatasan, Muaraenim-Prabumulih Sepakat Damai
MUARAENIM, SRIPO Untuk memberikan kemudahan dan meningkatkan pelayanan kepada seluruh masyarakat, terutama yang berdomisili di daerah perbatasan, Bupati Muaraenim H Kalamudin Djinab, SH dan Walikota Prabumulih Drs H Rachman Djalili, MM melakukan kesepakatan di sejumlah bidang, terutama bidang pelayanan publik. Kesepakatan antar dua pemerintah daerah itu dilakukan Sabtu (27/8) di Desa Sugihwaras.
Di dalam MoU tersebut setidaknya ada beberapa bidang kerja sama yang disepakati antara kedua belah pihak, yaitu bidang pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, transportasi, pendapatan daerah, pemerintahan, lingkungan hidup, pekerjaan umum, tenaga kerja, pertanian dan lain-lain terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik. Menurut Kalamudin, penandatanganan MoU tersebut merupakan suatu tonggak sejarah antara Pemkab Muaraenim-Pemkot Prabumulih, untuk meningkatkan kerja sama dan pelayanan terhadap masyarakat di daerah perbatasan. Sebab selama ini biasanya masyarakat yang berkecamattempat tinggal di daerah perbatasan, baik itu antar kabupaten/kota, propinsi bahkan negara, kondisi perekonomian masyarakat selalu tertinggal.
Bahkan lebih dari itu, diharapkan ke depan akan ada puskesmas terpadu ataupun sekolah unggulan terpadu di daerah perbatasan, yang dananya berasal dari Pemkab Muaraenim dan Pemkot Prabumulih. Sementara itu Bupati Kalamudin dan Walikota Rachman Djalili dalam kesempatan yang sama mendapatkan gelar adat dari Ketua Adat Rambang Burani. Untuk Kalamudin mendapatkan gelar Penateh Bupati Payung Lurah, sedangkan Rachman Djalili mendapatkan gelar Mamak Setie Rambang yang meliputi Puyang Setie Liling, Puyang Setie Manbul, Puyang Setie Mulak, dan Puyang Setie Bugola. Di mana empat setie (puyang) tersebut merupakan cikal bakal keturunan marga Rambang. (ari)
[sumber: sriwijaya post, 29 Agustus 2005)












Komentar terakhir
aku lagi cari2 cerita rakyat
Saya mahasiswi yang lagi nyusun T
Mudah-mudahan dinas pariwisa
Sebagai ora