Teknologi Komunikasi Tanpa Kabel [Bagian 2]
Teknologi Komunikasi Tanpa Kabel [Bagian 2]
Atharis S Prayoe, ST
Selain Network Elemen BSS (seperti pada bagian pertama) di GSM mengenal juga network elemen SSS(Switching Sub System) yang fungsi utamanya adalah: sebagai master data base pelanggan , penghubung antar pelanggan maupun dengan pelanggan operator lain, sebagai management routing, system admistrasi, security, billing system, dll. Untuk lebih jelasnya ikuti kajian berikut ini.
-----------------
NETWORK ELEMEN SWITCHING SUB SYSTEM (SSS)
SSS terdiri dari MSC, EIR,AuC, HLR dan VLR. Fungsi dari masing masing bagian dari SSS adalah sebagai berikut :
1. MOBILE SWITCHING CENTER (MSC)
MSC merupakan inti dari jaringan GSM, fungsinya untuk menghubungkan pelanggan bergerak ke Public Swiching Telephone Network/PSTN (Telpon fix PT.Telkom) atau ke Public Line Mobile Network/PLMN (operator seluler) lainnya, untuk menangani permintaan panggilan, MSC dapat mengakses informasi dari ketiga database GSM, yaitu Home Location Register (HLR), Visitor Location Register (VLR) dan Authentication Centre (AuC). MSC meng-update ketiga database tersebut sesuai informasi terakhir dari status panggilan dan posisi pelanggan, menangani fungsi keamanan bersama-sama dengan AuC dan menyediakan fasilitas announcement.
2. EQUPMENT IDENTITY REGISTER (EIR)
EIR merupakan data base permanen untuk identitas perangkat Hand phone (IMEI dari MS). Dengan informasi ini MSC dapat memeriksa apakah peralatan dari sebuah pelanggan bergerak orang yang berhak, sedang diteliti, atau tidak. Dalam EIR keadaan MS disusun dalam tiga daftar, yaitu: 1. Daftar putih untuk MS yang berhak, 2. Daftar abu untuk MS yang sedang diteliti, 3. Daftar hitam untuk MS yang tidak berhak. Ketika EIR menerima suatu permintaan dari MSC maka ia akan mencari IMEI (International Mobile Equipment Identity) yang ada dalam database apakah termasuk dalam daftar hitam, abu atau putih dan mengirimkan kembali data tersebut ke MSC yang menentukan apakah IMEI tersebut masuk dalam satu daftar tersebut atau tidak dikenal.
3. AUTHENTICATION CENTRE (AuC)
AuC adalah pengukuran keamanan dan memproteksi informasi pesawat pelanggan terhadap penggunaan media udara. Database AuC juga diproteksi terhadap mekanisme akses yang tidak berhak.
4. HOME LOCATION REGISTER (HLR)
HLR menyimpan semua data-data yang berhubungan dengan MS (master database), Memberikan data pelanggan yang dibutuhkan ke VLR, memberikan informasi ruting MS. Pada HLR database MS dibagi menjadi dua jenis yaitu :
1. Data semi permanen yang berisi :International MS Identity (IMSI), Nomor MSISDN Supplementary servis.
2. Data transient yang berisi : Data autentifikasi, MS Roaming Number (MSRN),VLR address, Mengikat dan melepas IMSI (IMSI attach/ detach)
5. VISITOR LOCATION REGISTER (VLR)
Berlaku sebagai database MS temporer bagi MS yang berada di MSC/VLR area, memberikan data Mobile Subsciber Register Number (MSRN) untuk MS yang berada di MSC/VLR area, biasanya VLR menyatu dengan MSC. Data VLR yang disimpan dapat terdiri dari : data umum (IMSI,TMSI,MSRN).
Teknologi GSM mempunyai suatu sistem untuk yang mengatur lalu lintas pelanggan yang melalui network elemen GSM/DCS. Sistem ini disebut dengan sistem pengaksesan. Pada sistem ini akan mengenalkan kita dengan teknik pengaksesan yang menggunakan TDMA (Time Division multiple Access) dan FDMA (Frequency Division Multiple Access). Juga akan dibahas mengenai interface (antar muka) pada jaringan BSS.
* * *
TEKNIK PENGAKSESAN GSM/DCS
GSM beroperasi pada pita frequency 900 MHz dengan pembagian 880 Mhz sampai dengan 915 MHz untuk uplink (frequency yang digunakan untuk menerima pada BTS) dan 935-960 MHz untuk downlink (merupakan frequency Memancar pada BTS). Setiap kanal mempunyai lebar frequency 200 KHz, sehingga dengan lebar pita 35 MHz seluruhnya terdapat 174 kanal. Sedangkan perbedaan antara frequency pancar dan frequency terima adalah 45 MHz. .
DCS Beroperasi pada pita frequency 1800 MHz dengan pembagian 1710 MHz sampai dengan 1785 yang digunakan untuk Uplink dan 1805 sampai dengan 1880 digunakan untuk downlink. Sama seperti pada GSM, pada DCS setiap kanal frequency mempunyai lebar 200 KHz sedangkan lebar pita frekwensinya 75 MHz. Jadi pada DCS terdapat 374 kanal frekwensi.
Untuk kanal tersebut baik GSM atau pun DCS menggunakan kombinasi sistem FDMA/TDMA. Dalam satu sinyal pembawa/ frekwensi terdiri dari 8 kanal pembicaraan. Jadi untuk 174 FDMA masing-masing terdiri dari 8 kanal pembicaraan. Apa yang dimaksud dengan FDMA dan TDMA? FDMA merupakan suatu teknik pengaksesan yang mengunakan frekwensi sebagai media perantaranya. Sistem ini digunakan BTS pada saat memancar/ transmite dengan menggunakan frequency down link dan pada saat BTS menerima/receive dengan menggunakan frequency uplink. Penggunaan frequency down link dan uplink diatur sedemikian rupa sehingga tidak saling menggangu frequency yang lainnya. Jika frequency ini tidak tepat pengaturannya maka antara satu BTS dengan BTS yang lain frequency nya akan saling menggangu (interference) yang akan berakibat dengan kwalitas suara yang kurang baik, drop call (komunikasi tibatiba putus), susah call atau tidak bisa melakukan call.
Selain menggunakan sistem FDMA pada GSM/DCS menggunakan juga sistem TDMA yaitu suatu sistem yang menggunakan waktu sebagai media akses. Pada TDMA terdapat multi frame dimana dalam 1 frame TDMA mempunyai 8 time slot (lihat gambar 3.).
Setiap time slot terdiri dari burst dengan 148 bit data. Bit-bit tersebut tidak sepenuhnya memenuhi time slot, tetapi dengan celah di setiap akhir digunakan sebagai guard zone sehingga memungkinkan kesalahan pewaktuan pada setiap time slot. Data terdiri dari 2 set bit yang masing-masing panjangnya 57 bit, 2 set tail bit yang masing-masing panjangnya 3 bit, 26 set training squence dan stealing flag masing-masing panjangnya 1 bit.
Training squence digunakan penerima untuk sinkronisasi dan estimasi dalam kanal radio yang umumnya disebabkan oleh fenomena multipath. Training squence adalah suatu pola bit tertentu. Jadi dengan pengukuran distorsi pada pola bit tersebut, distorsi dapat diestimasi. Sedangkan stealing flag digunakan penerima untuk menentukan apakah bit-bit berisi data suara atau pensinyalan. Hal ini menyebabkan BTS hanya memerlukan satu perangkat pemancar/penerima (TRx) untuk setiap 8 pembicaraan sehingga akan menghemat ruang dan daya yang dibutuhkan. Jadi untuk melakukan pengaksesan pada GSM/DCS menggunakan kombinasi FDMA dan TDMA.
PENGKODEAN SUARA PADA GSM
Pengkodean suara dalam GSM menyediakan suara toll-quality pada 16 Kbps atau kurang. Sistem yang dipakai adalah RELP (Residually Excited Linear Predictive coder) dengan memasukkan LTP (Long Term Predictor). Sistem ini meningkatkan kualitas suara karena perpindahan struktur dari vowel sounds prior ke pengkodean residual data. Hal ini menyebabkan penghalusan suara dibanding sistem linear predictive coding, terutama untuk suara wanita. Kecepatan data dasar adalah 13 Kbps, dan suara diproses dalam blok sebesar 20 ms.
Hasil pengkodean dibagi menjadi dua bagian, bit-bit yang kritis diambil dulu. Bagian pertama ini diberi kode konvensional half-rate, kemudian digabung dengan bagian kedua sehingga panjang keseluruhan 156 bit. Kemudian blok ini dikemas dalam delapan time slot.
Proses ini disebut diagonal interleaving yang memungkinkan pengkodean untuk memperoleh kembali frame TDMA yang rusak selama transmisi lewat radio.
Didalam jaringan elemen BSS terdapat beberapa Interface yang menghubungkan antara BSC, BTS, TRAU dan MSC yang masing masing fungsi dari interface tersebut adalah sebagai berikut :
1. A-Interface
Diimplementasikan sebagai link 2 Mbps (PCM 30) antara TRAU dan MSC. Inilah yang memandu trafik dan pensinyalan. Slot 0 sebagai FAS (Frame Alignment Signal), slot 16 untuk pensinyalan yakni Common Channel Signaling No. 7 (CCS#7). Sedangkan slot-slot lainnya sebagai trafik channel yang mengirimkan informasi untuk satu koneksi. Selain itu juga pada A-interface berfungsi sebagai sistem aplikasi antara BSC dan MSC (sebagai contoh untuk pengukuran trafik pelanggan dapat dilakukan dari BSC maupun dari MSC).
Juga berfungsi sistim manajeman BSC dalam pengaturan hand over antar BTS yang diinformasikan ke MSC dan sebagai massage tranfer part dari BSC ke MSC.
2. A-sub interface (Link BSC TRAU)
Diimplementasikan sebagai link 2 Mbps (PCM 30) antara TRAU dan BSC yang membawa "sub-multipliced trafik (digunakan untuk percakapan pelanggan) dan "signalling link (digunakan untuk proses pensinyalan). Pada A-sub interface sama seperti pada A-interface time slot 0 dipakai sebagai FAS (Frame Alignment Signal) yang mana berfungsi sebagai time slot yang mengkoreksi jika ada ke kesalahan atau kerusakan dalam pengiriman signal dan juga untuk sinkronisasi. Time slot 16 dipakai segabai signaling antara BSC dan TRAU dan Time slot 31 dipakai untuk LAPD link PCMS (link antara BSC ke TRAU). Sedangkan time slot yang lainnya dipakai untuk trafik channell.
3. A-bis Interface (link BSC BTS)
A-bis Interface menghubungkan antara BTS dan BSC. Slot 0 digunakan sebagai FAS (Frame alignment Signal)/NonFAS yang berfungsi untuk sinkronisasi. Slot x sebagai Link Access Protocol-D (LAPD) yang berfungsi untuk kontrol frame keseluruhan. Slot 16 digunakan untuk pensinyalan A-bis Interface. Sedangkan slot 31 digunakan untuk berhubungan dengan jaringan lain. Dalam satu frame terdapat 15 TRX dimana 1 TRX menduduki 2 slot.
4. Air Interface
Komunikasi antara BTS dan Mobile subsciber/pelanggan menggunakan media udara,terdiri dari 2 subband frekuensi yang didefinisikan untuk Air Interface antara MS dan BTS.
- Up Link untuk radio transmission dari MS ke BTS
- Down Link untuk radio transmission dan BTS ke MS Untuk GSM 900
- Up Link antara 890 MHz dan 915 MHz
- Down Link antara 935 MHz dan 960 MHz
Untuk E-GSM 900 (Extension Band) Phase II:
- Up Link antara 880 MHz dan 925 MHz
- Down Link antara 925 MHz dan 960 MHz
Pada Air interface, setiap kanal percakapan ditransmisikan dengan kecepatan 22,8 kbps dengan mengunakan media udara melalui BTS.
* * *
Atharis S Prayoe, ST: Praktisi Telekomunikasi kelahiran Prabumulih, saat ini berdomisili di Surabaya







Komentar terakhir
aku lagi cari2 cerita rakyat
Saya mahasiswi yang lagi nyusun T
Mudah-mudahan dinas pariwisa
Sebagai ora